
RajaKomen.com — Indonesia mulai menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam transisi energi kawasan. Salah satu langkah strategis adalah rencana ekspor listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) ke Singapura, yang mendapat dukungan penuh dari politisi Partai Golkar, Juliyatmono.
Menurutnya, langkah ini mencerminkan kesiapan Indonesia memasuki pasar energi hijau global sekaligus memberi sinyal kuat bahwa negeri ini serius dalam pembangunan berbasis lingkungan.
🔋 Manfaat Ekspor Listrik EBT ke Singapura:
Meningkatkan devisa negara dari sektor energi bersih
Mendorong pembangunan pembangkit EBT di dalam negeri
Menjadi bagian dari diplomasi energi kawasan ASEAN
Mengurangi emisi karbon melalui penggunaan energi ramah lingkungan
Membuka lapangan kerja baru di sektor hijau
💬 “Golkar melihat ini bukan hanya soal ekspor listrik, tapi simbol kemajuan Indonesia dalam teknologi hijau. Ini kebanggaan nasional,” ujar Juliyatmono.
🌱 EBT Sebagai Masa Depan Energi Nasional
Golkar secara konsisten mendorong pengembangan sumber daya energi terbarukan seperti tenaga surya, air, angin, dan biomassa sebagai bagian dari roadmap Indonesia bebas emisi karbon.
⚡ Kerja Sama Regional, Kemandirian Energi Domestik
Ekspor ke Singapura dinilai tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri, karena proyek ini sekaligus mendorong investasi pembangkit baru, terutama di Sumatera dan Kalimantan.
🌐 Indonesia Bisa Jadi Pusat Energi Hijau ASEAN
Juliyatmono menyebut proyek ini membuka jalan bagi posisi Indonesia sebagai hub energi terbarukan regional, sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara di Asia Tenggara.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi