
RajaKomen.com — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan XIII, menyoroti carut-marut yang terus terjadi dalam pengelolaan kompetisi sepak bola nasional. Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (1/7/2025), Hinca menyerukan reformasi menyeluruh terhadap tata kelola sepak bola Indonesia yang selama ini kerap dirundung konflik internal, ketidakjelasan regulasi, dan dugaan intervensi dari luar lapangan.
“Sepak bola Indonesia punya potensi besar, tapi selalu tersandung masalah yang sama: pengelolaan yang tidak profesional. Ini harus diakhiri,” tegas Hinca, yang juga dikenal sebagai pengamat dan aktivis olahraga.
Ia menyebut bahwa PSSI sebagai federasi tertinggi harus menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi dalam segala prosesnya — dari pemilihan pengurus, manajemen liga, hingga pembinaan pemain muda. Hinca juga menekankan pentingnya keterlibatan Kemenpora dan DPR dalam mengawasi jalannya kompetisi agar tidak terjebak kepentingan kelompok.
Sebagai politisi yang juga pernah terlibat dalam struktur kepengurusan sepak bola nasional, Hinca menilai akar persoalan bukan hanya soal teknis pertandingan, tapi lebih pada budaya tata kelola yang lemah. Ia mendorong adanya sistem seleksi terbuka bagi pengurus klub dan operator liga yang berbasis kompetensi, bukan hanya kedekatan politik atau bisnis.
“Demokrat mendukung penuh lahirnya ekosistem sepak bola yang sehat, berorientasi prestasi, dan menjadi kebanggaan bangsa, bukan ladang konflik atau transaksi,” ujarnya.
Hinca juga mendorong agar setiap penggunaan anggaran negara dalam olahraga diaudit secara publik demi membangun kepercayaan masyarakat dan sponsor.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi