
RajaKomen.com | Desa adalah fondasi utama pembangunan nasional, namun seringkali program pembangunan yang diterapkan tidak sepenuhnya selaras dengan kebutuhan riil masyarakat setempat. Hasim Adnan, sebagai anggota DPRD Jawa Barat, dikenal dengan pandangannya bahwa pembangunan desa harus berbasis kebutuhan masyarakat lokal. Artikel ini akan mengupas bagaimana ia memperjuangkan agar program-program pembangunan di pedesaan Jawa Barat benar-benar tepat sasaran, partisipatif, dan berkelanjutan.
Hasim Adnan memahami bahwa pendekatan pembangunan dari bawah ke atas (bottom-up) adalah kunci untuk keberhasilan karena:
Relevansi Program: Program yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal akan lebih relevan dan efektif dalam mengatasi masalah spesifik desa.
Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan akan meningkatkan rasa kepemilikan dan keberlanjutan program.
Efisiensi Anggaran: Anggaran yang dialokasikan akan lebih efisien karena digunakan untuk program yang benar-benar dibutuhkan dan didukung masyarakat.
Inovasi Lokal: Mendorong munculnya inovasi dan solusi yang sesuai dengan kearifan lokal.
Peningkatan Kesejahteraan Berkelanjutan: Pembangunan yang berbasis kebutuhan lokal akan menciptakan peningkatan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan dan merata.
Hasim Adnan menerjemahkan komitmennya ini melalui berbagai langkah konkret di DPRD Jawa Barat:
1. Advokasi Penguatan Peran Desa dalam Perencanaan:
Mendorong kebijakan yang memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam perencanaan dan pengalokasian dana desa.
Memastikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) berjalan efektif dan partisipatif.
2. Pengawasan Anggaran yang Pro-Desa:
Melakukan pengawasan ketat terhadap alokasi dan penggunaan anggaran provinsi yang ditujukan untuk desa, memastikan dana tersebut benar-benar sampai dan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
3. Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Masyarakat:
Mengadvokasi program pelatihan dan pendampingan bagi aparatur desa dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan pembangunan desa.
4. Mendorong Inovasi dan Potensi Lokal:
Mengadvokasi program yang mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal di desa, seperti UMKM berbasis produk pertanian atau kerajinan tangan, serta pengembangan pariwisata desa.
5. Kolaborasi Lintas Sektor dan Tingkat Pemerintahan:
Menjalin kerja sama erat dengan dinas terkait (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa untuk memastikan koordinasi yang efektif dalam pelaksanaan program.
6. Fasilitasi Akses Informasi dan Teknologi:
Mendorong pemerataan akses informasi dan teknologi di desa untuk mendukung pengembangan ekonomi digital dan layanan publik.
Pendekatan Hasim Adnan yang menekankan pembangunan desa berbasis kebutuhan lokal membawa dampak positif yang signifikan:
Pembangunan yang Tepat Sasaran: Program-program pembangunan desa menjadi lebih relevan dan efektif dalam mengatasi masalah spesifik di setiap desa.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa: Masyarakat desa merasakan langsung manfaat pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Desa yang Lebih Mandiri: Desa-desa menjadi lebih mandiri dalam mengelola potensi dan mengatasi tantangan.
Peningkatan Partisipasi Publik: Masyarakat desa merasa lebih memiliki dan terlibat aktif dalam proses pembangunan.
Dengan visinya yang kuat tentang pembangunan desa yang berbasis kebutuhan lokal, Hasim Adnan adalah pilar penting dalam mewujudkan Jawa Barat yang maju secara merata dan berkelanjutan dari tingkat desa.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi
LIVE