
Di ujung barat Pulau Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, nama H. Abdul Muin, S.Ag. mungkin tak sering masuk radar pemberitaan politik nasional. Namun bagi banyak tokoh pendidikan tradisional di tanah Mandar, beliau adalah garda terdepan dalam memperjuangkan eksistensi pesantren lokal.
Sebagai legislator DPRD Kabupaten Polewali Mandar sejak 2019, dan kembali terpilih di Pemilu 2024, Abdul Muin dikenal sebagai tokoh yang membawa nuansa tenang tapi teguh dalam setiap rapat dewan. Berasal dari latar belakang pendidikan agama dan aktif sebagai pengajar di madrasah, ia memahami betul betapa pentingnya peran pesantren dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di daerah.
“Saya tidak ingin pesantren hanya dipandang sebagai institusi tradisional. Ia adalah benteng moral bangsa. Kalau tidak kita bantu, siapa lagi?” ucapnya dalam salah satu rapat pembahasan anggaran tahun 2024.
Selama menjabat, Abdul Muin konsisten mengawal alokasi anggaran untuk operasional dan pengembangan pesantren, termasuk bantuan bangunan dan digitalisasi perpustakaan pesantren. Ia juga menjadi pengusul awal dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pendidikan Keagamaan yang kini sedang dibahas lintas fraksi.
Selain itu, ia mendorong agar lembaga pendidikan informal berbasis masjid dan surau—seperti rumah tahfidz, madrasah sore, dan halaqah—mendapat dukungan legal dan keuangan dari APBD.
Langkah-langkah Abdul Muin sering kali tidak populer di kalangan elit legislatif yang lebih fokus pada isu infrastruktur. Namun ia tidak gentar. Ia tahu betul, suara masyarakat pedalaman dan tokoh agama lokal lebih mendambakan perbaikan sistem pendidikan spiritual daripada proyek fisik semata.
Yang unik dari sosoknya, meskipun tergolong senior, ia aktif menyapa warga lewat forum kecil, seperti pengajian kampung, rapat RT, atau acara keagamaan lokal. Ia lebih banyak dikenal masyarakat dari mulut ke mulut dibanding media massa. Sosoknya kalem, namun terukur; tidak reaktif, namun responsif terhadap aspirasi warga.
H. Abdul Muin, S.Ag. adalah representasi anggota DPRD yang tidak mengejar sorotan kamera, melainkan berjuang sunyi untuk sektor yang nyaris dilupakan—pendidikan pesantren dan moralitas lokal.
Dalam pusaran politik yang kini semakin keras dan pragmatis, nama-nama seperti beliau adalah pengingat bahwa masih ada wakil rakyat yang menunaikan amanah dengan hati, bukan hanya kalkulasi elektoral.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi