
RajaKomen.com — Partai Golkar menaruh perhatian besar pada pentingnya pendidikan politik sejak usia muda, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurut Golkar, generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tapi juga penentu arah bangsa ke depan.
Dalam sebuah diskusi politik kebangsaan yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (29/06/2025), Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, menyampaikan bahwa pemahaman politik yang benar harus dimulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, agar anak muda tidak apatis terhadap proses demokrasi.
“Politik bukan hal kotor. Politik adalah instrumen untuk membangun bangsa. Jika anak muda menjauhi politik, maka masa depan demokrasi akan dikendalikan oleh segelintir orang saja,” ujar Nurul Arifin di hadapan ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan guru.
Golkar, lanjutnya, mendorong agar pendidikan kewarganegaraan tidak sekadar teori, tapi dihidupkan dengan praktik-praktik baik seperti simulasi pemilu, forum musyawarah siswa, dan kunjungan edukatif ke lembaga legislatif.
Partai berlambang pohon beringin itu juga menyiapkan program kaderisasi politik muda, termasuk pelatihan kepemimpinan, komunikasi politik, dan etika publik untuk pelajar dan mahasiswa di berbagai kota.
“Pendidikan politik yang sehat akan membentuk generasi muda yang cerdas dalam memilih pemimpin, paham hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta tidak mudah terprovokasi hoaks politik,” tegas Nurul.
Golkar juga bekerja sama dengan organisasi kepemudaan dan komunitas digital untuk menyampaikan narasi politik yang positif dan mendorong diskusi yang membangun, terutama di media sosial.
“Era digital harus kita manfaatkan untuk menyemai semangat demokrasi yang santun dan cerdas, bukan kebencian dan polarisasi,” tambahnya.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi