
RajaKomen.com — Partai Golkar terus menekankan pentingnya pembangunan wilayah perbatasan sebagai bagian dari strategi nasional menjaga kedaulatan serta mendorong pemerataan ekonomi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Ridwan Bae, dalam keterangannya pada Kamis (27/06/2025), menyatakan bahwa wilayah perbatasan harus diperlakukan sebagai beranda depan negara, bukan halaman belakang.
“Jangan sampai masyarakat perbatasan merasa seperti warga negara kelas dua. Golkar menilai pemerintah harus hadir lebih konkret dengan membangun jalan, jembatan, dermaga, dan fasilitas dasar lainnya,” ujar Ridwan.
Ia menyebutkan bahwa banyak daerah perbatasan seperti di Kalimantan Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur masih menghadapi tantangan aksesibilitas dan konektivitas, padahal memiliki potensi ekonomi strategis.
Menurut Ridwan, kehadiran negara secara fisik melalui infrastruktur akan memperkuat rasa nasionalisme warga perbatasan serta mencegah ketergantungan ekonomi mereka terhadap negara tetangga.
“Jika infrastruktur dasar tidak dipenuhi, masyarakat bisa lebih tergantung pada layanan dan logistik dari negara tetangga. Ini berbahaya bagi kedaulatan ekonomi kita,” tegasnya.
Partai Golkar mendesak agar anggaran pembangunan wilayah perbatasan ditingkatkan dan pengawasan pelaksanaannya diperketat agar tidak mangkrak atau dikorupsi.
“Pembangunan di wilayah perbatasan bukan soal teknis semata, tapi soal simbol kehadiran negara dan keadilan pembangunan,” tambah Ridwan.
Ia juga mendorong Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan untuk memperluas program infrastruktur berbasis konektivitas antar-desa dan antarpulau di kawasan perbatasan.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi