
RajaKomen.com — Partai Golkar menyerukan pentingnya strategi diplomasi energi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di sektor energi kawasan Asia Tenggara. Hal ini mengingat besarnya potensi sumber daya energi nasional, baik fosil maupun terbarukan, yang perlu dikelola dan dipasarkan secara optimal melalui kerja sama internasional.
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar, Dave Laksono, menilai bahwa selain mengejar target produksi dan hilirisasi dalam negeri, pemerintah juga harus proaktif menjalin kemitraan energi strategis dengan negara-negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Australia.
“Kita punya potensi besar, dari minyak dan gas bumi hingga energi baru terbarukan seperti tenaga surya dan hidro. Jika tidak dimanfaatkan sebagai instrumen diplomasi, kita akan tertinggal dalam kompetisi regional,” ujar Dave di Jakarta, Minggu (30/06/2025).
Ia menyebutkan bahwa Indonesia sudah mulai membuka peluang ekspor listrik EBT ke Singapura, dan langkah tersebut harus diperluas ke negara-negara lain, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam forum regional seperti ASEAN Energy Cooperation dan East Asia Summit.
Menurutnya, Golkar mendorong Kementerian ESDM dan Kementerian Luar Negeri untuk menyusun peta jalan diplomasi energi, yang tidak hanya mencakup perdagangan energi lintas negara, tetapi juga kolaborasi teknologi, investasi bersama, serta pelatihan sumber daya manusia.
“Energi itu soal masa depan. Negara-negara yang mengamankan pasokan dan jejaring energi sejak sekarang akan unggul secara ekonomi dan geopolitik,” jelasnya.
Golkar juga menekankan agar kerja sama internasional ini tidak mengorbankan kepentingan domestik, tetapi justru mendorong peningkatan kapasitas produksi dan transfer teknologi di dalam negeri.
“Diplomasi energi adalah alat untuk memperkuat ketahanan nasional dan memperluas pengaruh Indonesia di kawasan,” tutup Dave Laksono.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi