
RajaKomen.com — Staf Khusus Presiden dan politisi muda Faldo Maldini kembali mengingatkan pentingnya membangun demokrasi yang sehat melalui narasi publik yang berbasis data, bukan sekadar opini emosional. Dalam sesi dialog bertajuk Demokrasi dan Disinformasi di Yogyakarta, Faldo menekankan bahwa kualitas debat publik harus ditingkatkan jika ingin demokrasi Indonesia tetap sehat.
“Kita ini hidup di era banjir informasi. Tapi kalau informasi tidak difilter dan tidak berbasis data, yang muncul adalah kebisingan, bukan solusi,” ujar Faldo, Sabtu (21/6/2025).
Faldo menyampaikan bahwa tantangan terbesar demokrasi hari ini bukan hanya soal politik uang atau oligarki, tetapi juga perang narasi di media sosial. Ia menilai, aktor politik dan buzzer harus lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan pesan agar publik tidak tersesat dalam opini yang menyesatkan.
Sebagai sosok yang aktif menyuarakan politik berbasis literasi dan edukasi digital, Faldo menekankan perlunya pelatihan komunikasi publik, riset data, dan cara menyampaikan kritik secara elegan tanpa memperkeruh suasana sosial.
“Demokrasi yang sehat butuh ruang diskusi yang dewasa. Jangan sedikit-sedikit lapor, sedikit-sedikit nyinyir. Kita perlu dialog yang berbobot, bukan sekadar viral,” tambahnya.
Faldo juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang memperkuat ekosistem literasi digital melalui kerja sama dengan kampus, komunitas, dan platform digital. Ia mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen narasi yang solutif.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi