
RajaKomen.com — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani, menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil langkah serius dan strategis dalam memperkuat sistem keamanan siber nasional. Dalam rapat kerja bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Rabu (2/7/2025), Christina menyoroti tingginya serangan digital yang menyasar sektor pemerintahan, perbankan, hingga data pribadi warga.
“Kebocoran data dan serangan siber bukan sekadar isu teknis, tapi ancaman nyata terhadap kedaulatan dan stabilitas negara,” tegas Christina.
Ia menyebut bahwa perlindungan data pribadi belum berjalan optimal, meski Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sudah disahkan. Christina mendesak BSSN dan Kementerian Kominfo mempercepat penyusunan regulasi turunan serta memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menanggulangi insiden siber.
Sebagai legislator yang konsisten mengangkat isu digitalisasi dan keamanan, Christina juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait literasi digital dan keamanan data, termasuk di sekolah, kampus, dan lingkungan kerja.
“Golkar mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga punya sistem pertahanan digital yang tangguh dan mandiri,” lanjutnya.
Ia juga meminta agar pelibatan sektor swasta dan akademisi diperluas, termasuk dalam riset dan pengembangan teknologi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan. Christina mengingatkan, ke depan peperangan bukan hanya di medan militer, tapi juga di dunia maya yang tak kasatmata.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi