
Video TikTok yang mendapatkan banyak penonton belum tentu menghasilkan banyak simpanan. Pada akun brand seperti Adidas, kondisi ketika video sudah dilihat tetapi belum banyak disimpan bisa menjadi tanda bahwa konten perlu dibuat lebih berguna atau relevan bagi audiens, sementara layanan untuk meningkatkan save TikTok dapat menjadi salah satu pendukung ketika aktivitas interaksi ingin dikembangkan.
Fitur save atau simpan memiliki fungsi yang cukup berbeda dari like. Ketika pengguna menyimpan video, biasanya ada kemungkinan mereka ingin kembali melihat konten tersebut di kemudian hari karena informasinya dianggap menarik, berguna, atau sesuai dengan kebutuhan mereka.
Tidak semua video yang menarik otomatis membuat pengguna menekan tombol simpan. Konten hiburan mungkin mendapatkan banyak view dan like, tetapi pengguna belum tentu merasa perlu menyimpannya setelah selesai menonton.
Konten yang lebih praktis biasanya memiliki peluang untuk mendapatkan save ketika audiens merasa informasi di dalamnya dapat digunakan kembali. Contohnya adalah tips memilih outfit, panduan olahraga, referensi gaya, atau informasi yang bisa dijadikan inspirasi pada waktu tertentu.
Karena itu, penting untuk melihat kembali tujuan setiap video. Jika ingin meningkatkan jumlah save, konten sebaiknya memberikan alasan yang jelas bagi audiens untuk menyimpannya.
Salah satu cara meningkatkan save TikTok adalah membuat konten yang memiliki nilai praktis. Audiens perlu merasa bahwa video tersebut bukan hanya menarik ketika pertama kali dilihat, tetapi juga masih berguna ketika mereka membutuhkannya nanti.
Untuk konten yang menggunakan Adidas sebagai contoh, video dapat membahas beberapa inspirasi outfit olahraga atau cara memadukan sneakers dengan pakaian kasual. Informasi tersebut lebih mudah disimpan karena pengguna bisa kembali melihatnya ketika sedang mencari inspirasi.
Format seperti checklist juga bisa digunakan. Misalnya, video membahas beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih sepatu untuk aktivitas tertentu, sehingga pengguna mempunyai alasan untuk menyimpan video sebagai referensi.
Konten berseri dapat membuat pengguna tertarik mengikuti pembahasan dari satu video ke video berikutnya. Namun, setiap video tetap sebaiknya memiliki informasi yang cukup sehingga tidak terasa hanya sebagai potongan dari materi yang belum selesai.
Misalnya, satu seri membahas inspirasi outfit olahraga dalam beberapa tema. Video pertama membahas pakaian untuk latihan ringan, video berikutnya membahas gaya untuk aktivitas outdoor, dan video lainnya membahas kombinasi outfit kasual.
Setiap bagian dapat memberikan informasi yang bisa langsung digunakan. Dengan begitu, audiens tidak hanya mengikuti seri tersebut, tetapi juga memiliki alasan untuk menyimpan video tertentu yang dianggap paling relevan.
TikTok tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk video dengan satu alur cerita. Format visual bertahap juga dapat digunakan untuk memberikan beberapa informasi dalam satu konten.
Misalnya, sebuah postingan berisi beberapa kombinasi outfit yang dapat menjadi inspirasi. Audiens dapat melihat pilihan satu per satu dan menyimpan konten tersebut untuk dijadikan referensi ketika ingin membuat gaya serupa.
Visual yang sederhana justru dapat membantu informasi lebih mudah dipahami. Hindari memasukkan terlalu banyak elemen sekaligus karena tujuan utamanya adalah membuat audiens dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat.
Konten yang terlalu umum sering kali sulit memberikan alasan bagi pengguna untuk menyimpannya. Sebaliknya, pembahasan yang spesifik dapat terasa lebih berguna karena menjawab kebutuhan tertentu.
Misalnya, daripada hanya membuat video tentang “inspirasi outfit olahraga”, pembahasannya bisa dibuat lebih spesifik seperti kombinasi pakaian untuk jogging pagi atau pilihan outfit untuk aktivitas gym.
Semakin jelas konteksnya, semakin mudah audiens menentukan apakah konten tersebut relevan bagi mereka. Jika relevan, kemungkinan untuk menyimpan video sebagai referensi juga dapat meningkat.
Call to action tidak selalu harus berupa ajakan membeli produk atau mengikuti akun. Untuk konten yang memang memiliki nilai referensi, ajakan menyimpan video dapat disampaikan secara singkat di bagian akhir.
Contohnya, setelah memberikan beberapa tips, pembuat konten dapat mengingatkan audiens untuk menyimpan video jika informasi tersebut ingin digunakan kembali. Kalimat sederhana seperti ini membantu mengingatkan pengguna terhadap fitur save tanpa membuat konten terasa terlalu memaksa.
Ajakan tersebut sebaiknya tetap berkaitan dengan isi video. Jika konten memang bermanfaat, CTA hanya berfungsi sebagai pengingat bahwa pengguna dapat menyimpannya untuk dilihat kembali.
Jumlah save sebaiknya tidak dilihat secara terpisah dari metrik TikTok lainnya. View, like, komentar, share, dan pertumbuhan follower juga dapat memberikan informasi mengenai respons audiens terhadap konten.
Contohnya, sebuah video bisa mendapatkan banyak save tetapi tidak terlalu banyak komentar. Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa konten lebih banyak digunakan sebagai referensi daripada bahan percakapan.
Sebaliknya, video dengan komentar tinggi tetapi save rendah mungkin memiliki topik yang menarik untuk dibahas, tetapi belum memberikan informasi yang cukup untuk disimpan. Perbedaan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk membuat format konten berikutnya.
Setelah beberapa video dipublikasikan, bandingkan jumlah save yang diperoleh masing-masing konten. Cari tahu apakah video tutorial, tips singkat, daftar rekomendasi, atau konten inspirasi yang lebih sering disimpan oleh audiens.
Jangan hanya melihat video dengan view tertinggi. Sebuah video dengan jumlah penonton lebih kecil tetapi save lebih tinggi tetap bisa menjadi contoh penting karena menunjukkan bahwa kontennya memiliki nilai yang lebih kuat bagi sebagian audiens.
Pola tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi beberapa topik baru. Jika satu format terbukti sering menghasilkan simpanan, buat variasi dengan topik berbeda agar akun tidak terus mengulang video yang sama.
Ketika akun membutuhkan dukungan tambahan untuk aktivitas interaksi, promosi dapat disusun sesuai kebutuhan kampanye. Namun, aktivitas tersebut tetap sebaiknya berjalan bersama konten yang memang memberikan manfaat kepada audiens.
Bagi advertiser yang ingin memahami proses dan pilihan aktivitas yang tersedia, panduan advertiser TikTok dapat digunakan untuk mempelajari kebutuhan kampanye sebelum menentukan aktivitas yang akan dijalankan.
Pendekatan ini membantu menjaga agar peningkatan aktivitas tetap memiliki tujuan yang jelas. Konten tetap menjadi dasar, sedangkan aktivitas pendukung dapat digunakan sesuai kebutuhan dan perencanaan yang sudah dibuat.
Evaluasi rutin membantu mengetahui alasan sebuah video mendapatkan banyak save. Catat topik, durasi, format visual, gaya penyampaian, dan CTA yang digunakan agar perbedaan performa antarvideo lebih mudah terlihat.
Jika video berupa tips singkat mendapatkan banyak simpanan, misalnya, format tersebut bisa dikembangkan menjadi seri baru. Sementara itu, konten yang memiliki save rendah dapat diperiksa kembali untuk melihat apakah informasinya terlalu umum atau kurang sesuai dengan kebutuhan audiens.
Advertiser yang sudah menentukan kebutuhan kampanyenya juga dapat melanjutkan proses melalui pendaftaran advertiser. Aktivitas yang dipilih kemudian dapat disesuaikan dengan tujuan promosi dan kebutuhan akun.
Meningkatkan save TikTok pada akhirnya bukan hanya tentang membuat pengguna menekan tombol simpan. Konten yang praktis, spesifik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan audiens memberikan alasan yang lebih kuat bagi pengguna untuk menyimpan video dan kembali membukanya ketika informasi tersebut dibutuhkan.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi