
RajaKomen.com | Pernahkah Anda berpikir untuk berinvestasi di sektor pertanian namun tidak tahu harus mulai dari mana? Atau Anda seorang petani yang kesulitan mengakses modal? iGrow hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kedua belah pihak. Mari kita pahami secara mendalam cara kerja iGrow dalam menghubungkan investor dengan petani lokal, menciptakan ekosistem pertanian yang inklusif dan produktif.
iGrow beroperasi dengan model crowdfunding atau patungan dana untuk proyek-proyek pertanian. Ini adalah model Peer-to-Peer (P2P) Lending yang spesifik untuk sektor pertanian. Investor mendanai proyek, dan dana tersebut dikelola oleh iGrow serta digunakan oleh petani untuk menjalankan budidaya.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah tentang bagaimana iGrow beroperasi, dari awal hingga bagi hasil:
Pencarian dan Seleksi Proyek oleh iGrow:
Tim iGrow secara aktif mencari dan melakukan due diligence terhadap lahan pertanian atau proyek budidaya potensial.
Proyek-proyek ini dinilai berdasarkan kelayakan ekonomi, kondisi lahan, pengalaman petani, dan potensi pasar hasil panen.
Hanya proyek yang memiliki prospek tinggi yang akan dilisting di platform.
Penawaran Proyek kepada Investor:
Proyek pertanian yang telah diseleksi akan dilisting di platform iGrow.
Investor dapat melihat detail lengkap tentang setiap proyek, termasuk jenis tanaman/ternak, lokasi, perkiraan durasi budidaya, estimasi modal yang dibutuhkan, perkiraan imbal hasil, serta profil petani pengelola.
Setiap proyek biasanya dibagi menjadi "unit" investasi kecil agar terjangkau bagi banyak investor.
Pendanaan oleh Investor:
Investor mendaftar di iGrow, melakukan verifikasi akun, dan memilih proyek pertanian yang ingin didanai.
Mereka menyalurkan dana investasi sesuai dengan jumlah unit yang dipilih.
Dana dari berbagai investor akan terkumpul hingga target pendanaan proyek terpenuhi (model crowdfunding).
Penyaluran Dana ke Petani dan Budidaya:
Setelah target pendanaan tercapai, dana akan disalurkan kepada petani yang akan mengelola proyek.
Petani menggunakan dana tersebut untuk membeli bibit, pupuk, alat pertanian, biaya operasional, dan perawatan.
Tim iGrow (agronomis dan manajer lapangan) akan memberikan pendampingan, pengawasan, dan bimbingan teknis kepada petani sepanjang siklus budidaya. Investor dapat memantau progres proyek melalui dashboard iGrow.
Panen dan Penjualan Hasil:
Ketika tiba masa panen, hasil pertanian akan dipanen.
iGrow juga berperan dalam membantu pemasaran dan penjualan hasil panen ke pasar atau pembeli offtaker (pembeli dalam jumlah besar) yang telah bekerja sama dengan iGrow. Ini memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik.
Bagi Hasil kepada Investor dan Petani:
Dari hasil penjualan panen, akan dilakukan bagi hasil. Sebagian akan dikembalikan kepada investor sebagai pokok modal dan keuntungan (return).
Petani akan mendapatkan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan sebagai imbalan atas kerja keras mereka.
iGrow juga mengambil bagian sebagai biaya operasional dan pengembangan platform.
Melalui cara kerja yang terstruktur ini, iGrow berhasil menghubungkan investor dengan petani lokal, membuka akses modal bagi petani dan memberikan peluang investasi yang transparan dan berdampak positif bagi investor.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi