
RajaKomen.com — Transformasi digital yang berlangsung masif di seluruh sektor harus diimbangi dengan sistem keamanan siber yang tangguh. Bobby Rizaldi, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, menegaskan pentingnya perlindungan data dan ketahanan digital nasional agar masyarakat tidak menjadi korban di era ekonomi digital.
Ia mengkritik masih lemahnya pengawasan serta lambatnya pembentukan lembaga pengawas data sebagaimana diamanatkan oleh UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang sudah disahkan.
🛡️ Masalah Keamanan Data yang Disoroti Golkar:
Banyaknya kebocoran data dari lembaga negara dan swasta
Tidak adanya sistem respons cepat terhadap insiden siber
Rendahnya literasi keamanan digital di masyarakat
Belum adanya Lembaga Otoritas Perlindungan Data yang aktif
Potensi serangan siber terhadap infrastruktur vital negara
💬 “Jangan tunggu insiden besar baru panik. Keamanan digital harus jadi prioritas, sama pentingnya dengan pertahanan fisik negara,” ujar Bobby Rizaldi.
🔐 Golkar Dorong Akselerasi Pembentukan Lembaga Pengawas Data
Bobby menekankan pentingnya segera membentuk otoritas independen pengawas data pribadi, lengkap dengan kewenangan sanksi dan audit.
📉 Kebocoran Data Bisa Hancurkan Kepercayaan Publik
Ia menambahkan bahwa tanpa proteksi yang kuat, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap sistem digital pemerintah dan swasta.
💻 Golkar Minta Pemerintah Terapkan Standar Keamanan Siber Berbasis Risiko
Menurut Bobby, standar keamanan tidak bisa disamaratakan. Lembaga dengan data vital seperti Dukcapil, BPJS, dan instansi keuangan harus berada di level keamanan tertinggi.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi