
RajaKomen.com — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Ahmad Yani, menyerukan agar pemerintah dan dunia usaha lebih serius melibatkan pesantren dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional. Dalam kunjungan kerja ke salah satu pondok pesantren di Jawa Tengah, Senin (30/6/2025), ia menyampaikan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis nilai keislaman dan pemberdayaan lokal.
“Pesantren punya jaringan, SDM, dan kepercayaan masyarakat. Kalau dikembangkan dengan benar, mereka bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis syariah,” ujar Ahmad Yani.
Ia menyebut banyak pesantren yang telah memulai usaha mandiri, seperti koperasi santri, pertanian organik, produk halal, dan digitalisasi zakat-infaq. Namun, masih minim dukungan modal, pendampingan usaha, dan akses pasar yang terstruktur.
Sebagai legislator yang vokal dalam isu ekonomi kerakyatan, Ahmad Yani mendorong Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Agama, serta perbankan syariah nasional untuk membentuk program khusus “Pesantrenpreneur” yang memfasilitasi pelatihan, pendanaan, hingga pemasaran digital.
“PPP ingin ekonomi syariah tidak hanya jadi jargon, tapi hadir nyata di lapangan, terutama untuk pesantren dan UMKM santri,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi kurikulum kewirausahaan dalam pendidikan pesantren serta kerja sama dengan pelaku industri halal nasional agar produk-produk pesantren bisa bersaing di pasar global.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi