
RajaKomen.com — Pendidikan vokasi punya peran penting dalam mencetak tenaga kerja terampil. Namun Agung Widyantoro, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menyoroti lemahnya budaya mutu di satuan pendidikan teknis kejuruan dan latihan (PTKL) yang menjadi tulang punggung pendidikan vokasional di Indonesia.
Menurutnya, lemahnya budaya mutu ini berdampak langsung pada kualitas lulusan dan rendahnya kepercayaan industri terhadap output pendidikan kejuruan.
📉 Kritik Konstruktif Golkar terhadap PTKL:
Banyak PTKL belum memiliki sistem manajemen mutu yang terstandar
Rendahnya kualitas sarana praktik dan laboratorium
Kurangnya pelatihan rutin untuk tenaga pengajar vokasional
Keterputusan antara kurikulum dengan kebutuhan dunia industri
Tidak adanya budaya audit internal berkelanjutan
💬 “Kita tidak bisa bicara vokasi unggul kalau budaya mutu tidak dibangun sejak dalam. Harus ada evaluasi total, bukan tambal sulam,” tegas Agung.
📚 Golkar Dorong Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Agung menegaskan bahwa reformasi pendidikan vokasi tidak bisa hanya dari sisi anggaran, tetapi perlu menyentuh mindset dan tata kelola mutu di satuan pendidikan.
🛠️ Sinergi dengan Industri dan Sertifikasi Internasional
Golkar juga mengusulkan agar PTKL menjalin kerja sama lebih luas dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk memfasilitasi sertifikasi internasional yang diakui pasar kerja global.
📈 Pendidikan Vokasi Harus Jadi Solusi, Bukan Beban
Partai Golkar meyakini pendidikan kejuruan bisa jadi motor penggerak ekonomi jika dikelola dengan manajemen mutu modern, disiplin, dan berbasis hasil.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi