
RajaKomen.com — Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah konservasi Raja Ampat mendapat dukungan dari Fraksi Golkar. Adde Rosi Khoerunnisa, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menjaga lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem.
Raja Ampat merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Aktivitas pertambangan di kawasan tersebut berpotensi merusak ekosistem laut, mencemari air, dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat lokal.
🌿 Poin Penting dari Dukungan Fraksi Golkar:
Penegakan hukum terhadap IUP yang bertentangan dengan zona konservasi
Komitmen perlindungan lingkungan hidup dan ekosistem laut
Mengutamakan pembangunan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia
Mendorong pengawasan ketat atas izin-izin tambang lainnya
Memberikan edukasi hukum kepada pelaku usaha tentang tata ruang
💬 “Raja Ampat adalah warisan dunia, bukan tempat untuk eksploitasi serampangan. Kami di Golkar mendukung penuh pencabutan IUP demi masa depan lingkungan,” tegas Adde Rosi.
🌊 Lingkungan Bukan Musuh Pembangunan
Fraksi Golkar meyakini bahwa pembangunan dan perlindungan lingkungan bisa berjalan seimbang. Namun dalam kasus ini, tambang jelas tidak boleh berada di kawasan konservasi.
📜 Perlu Perbaikan Regulasi dan Penegakan Hukum yang Konsisten
Adde Rosi menambahkan bahwa selain mencabut izin, pemerintah juga perlu memperkuat sistem pengawasan serta mempercepat harmonisasi peraturan pusat dan daerah.
🛑 Golkar Tegas: Tidak Ada Ruang untuk Tambang di Kawasan Konservasi
Langkah Menteri ESDM ini dinilai sejalan dengan semangat Golkar dalam memperjuangkan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan masa depan generasi muda.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi