
RajaKomen.com — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, yang juga merupakan tokoh utama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menegaskan bahwa Dana Desa harus menjadi instrumen utama pemerataan pendidikan, terutama di desa-desa tertinggal. Dalam acara peluncuran program “Sekolah Layak Anak Desa” di Jombang, Sabtu (13/9/2025), Gus Halim menyatakan bahwa pendidikan dasar yang berkualitas tidak boleh hanya dinikmati di kota besar.
“Kalau anak desa tidak dapat akses pendidikan yang baik, maka kesenjangan akan terus melebar. Dana Desa harus hadir untuk menutup celah itu,” ujar Gus Halim.
Ia menginstruksikan agar kepala desa mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk pembangunan sarana pendidikan, pelatihan guru lokal, serta program literasi untuk anak-anak dan orang tua.
Gus Halim juga menyoroti pentingnya sinergi antara Kemendikbudristek, Kementerian Desa, dan Dinas Pendidikan Daerah agar program pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri di desa.
“Dana Desa bukan sekadar infrastruktur fisik. Ia harus menyentuh inti pembangunan manusia: pendidikan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa komitmen PKB di kabinet dan parlemen tetap konsisten dalam membela akses pendidikan untuk seluruh anak Indonesia, tanpa melihat lokasi geografis atau status sosial.
Rajakomen.com
Jalan Cimanuk No. 6
Bandung 40115 - Jawa Barat
Indonesia
Informasi